Kamis, 17 September 2015

NGAWI Ramah

Halo teman-teman semua... perkenalkan, Ngawi adalah kota sekaligus kabupaten di ujung provinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Tengah yang berkota madya Madiun dan berkabupaten Ngawi. Teman-teman tau gak sih, asal kata ngawi dan apa arti kata Ngawi itu sendiri? Haha pada gak tau ya? Niih aku kasih tau sekilas info tentang Ngawi. Nama ngawi berasal dari “awi” atau “bambu” yang selanjutnya mendapat tambahan huruf sengau “ng” menjadi “ngawi”. Kata Ngawi berasal dari kata awi , bahasa sansekerta yang berarti bambu dan mendapat imbuhan kata ng sehingga menjadi Ngawi. Dulu Ngawi banyak terdapat pohon bambu. Seperti halnya dengan nama-nama di daerah-daerah lain yang banyak sekali nama-nama tempat (desa) yang di kaitkan dengan nama tumbuh-tumbuhan. Terdapat banyak budaya yang masih lestari hingga saat ini, diantaranya :

TARI PENTUL MELIKAN
Tarian ini ditarikan dengan memakai topeng kayu yang melambangkan watak manusia yang berbeda-beda namun tetap bersatu dalam kerja. Topeng ini dipengaruhi Jaman Kerajaan Kediri dan masa kini. Iringan gamelan sedikit mendapat pengaruh Reog Ponorogo.Tari ini digarap atau diciptakan pada tahun 1952 oleh Bapak Munajah.

TARI OREK OREK
Ngawi sejak tahun 1980 an terkenal sebagai Bumi Orek Orek.  Sebutan ini tidak lepas dari adanya Tari Orek Orek yang tumbuh subur dan berkembang dimasyarakat luas. Hampir disetiap acara baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah maupun masyarakat sendiri

TARI BEDOYO SRIGATI
Tari Bedoyo Srigati ini adalah tarian sakral yang biasanya menjadi tarian upacara adat pada waktu Ganti Langse di obyek wisata spiritual Pesanggrahan Srigati . Tarian Ini ditarikan oleh paling sedikit 10 penari yang semua harus masih gadis. Saat ini Tari Budoyo Srigati juga biasa ditampilkan pada saat ada jamuan tamu yang berkunjung di Ngawi. 

KEDUK BEDJI
Upacara Keduk Bedji merupakan salah satu cara untuk melestarikan adat budaya penduduk Desa Tawun sejak jaman dulu. Tujuan utamanya adalah mengeduk atau membersihkan Sumber Beji dari kotoran. Karena di sumber inilah letak kehidupan penduduk Tawun. Menurut masyarakat sekitar, Keduk Bedji harus dilaksanakan pada hari Selasa Kliwon setelah panen .

BATIK KHAS NGAWI
Batik merupakan salah satu warisan dari kebudayaan asli Indonesia Dewasa ini. Pemerintah baru-baru ini giat mengkampanyekan memakai pakaian batik sebagai identitas nasional. Salah satu industri rumah tangga yang sedang berkembang di dua Kecamatan yaitu di Desa Munggut Kecamatan Padas dan Desa Banyu Biru kecamatan Ngrambe.



Makanan Khas Kabupaten Ngawi
Setiap daerah tentu mempunyai makanan khas,seperti halnya ngawi, makanan khas dari Ngawi adalah Kripik Tempe. Kripik adalah makanan ringan yang dibuat dari umbi-umbian, buah atau bisa juga sayuran yang di iris tipis kemudian digoreng. Begitu halnya dengan Kripik tempe, makanan ringan yang cukup populer dan mudah didapat ini sangat mudah untuk membuatnya. Cukup dengan menggunakan bahan dasar tempe yang di iris tipis dan dicampur dengan bumbu dan tepung kemudian di goreng.Namun untuk mendapatkan hasil yang maksimal gunakan minyak goreng yang berkualitas.

MADU MONGSO..... makanan yang terbuat dari ketan, dengan rasa yg manis legit ini, sekarang termasuk makanan yang susah di dapatkan. Tidak semua orang bisa membuat MADU MONGSO dengan rasa dan cara yg passssss... benar..... tidak ada rasa "nglethis". Tampilan nya yg di buat "ayu" ... mengundang orang untuk mencoba...... membuka.... dan mencicipin legitnya.sambel pecel khas Ngawi......berbeda dengan sambel pecel dari kota lainnya, seperti Madiun , Blitar dll. Sambel pecel khas Ngawi, mempunyai ciri khas rasa yang berbeda, dari komposisi manis , asin , dan pedas yang sangat "KHAS" Ngawi.

Ciri Khas Kabupaten Ngawi
Benteng Pendem Ngawi 
Benteng Pendem atau disebut juga sebagai Benteng Van Den Bosch dibangun pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1839 – 1845 dengan nama Font Van Den Bosch . Terletak di Kelurahan Pelem , Kecamatan Ngawi wisata sejarah ini mudah dijangkau dengan alat transportasi karena letak dekat dengan pusat kota Ngawi.Benteng ini merupakan ciri khas yang dimiliki oleh kota Ngawi.

Monumen Suryo 

Monumen Suryo adalah monumen yang dibuat untuk menghormati gubernur pertama Ngawi yaitu Bung Suryo.Monumen ini terletak di alun-alun Ngawi.

Museum Trinil
Museum TrinilAlamat  : Desa Kawu Kec. Kedunggalar, NgawiMuseum Trinil, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur, Indonesia. Museum Trinil atau Kepurbakalaan Trinil terletak di Dukuh Pilang, desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Berjarak 14 km dari Kota Ngawi ke arah Barat Daya, pada km 10 jalan Raya Ngawi, Solo. Ada pertigaan belok ke arah Utara. Sepanjang 3 km perjalanan baru sampai pada museum Trinil. Letaknya sendiri di pinggiran kali Bengawan Solo, dan layaknya situs-situs kepurbakalaan yang ada di tanah air memang cenderung di pinggiran sungai. Seperti halnya situs Sangiran atau situs Sambung Macan Sragen juga di Bantaran Sungai Bengawan Solo.Di sebelah Barat Daya di halaman museum terdapat bangunan berupa monumen yang didirikan oleh Eugene Dubois yang pertama kali menemukan situs ini. Di monumen itu dituliskan angka tahun pertama kali penemuan fosil manusia purba yang diberi nama Pithethropus Erectus di samping manusia purba di dalam museum sendiri juga banyak ditemukan berbagai macam fosil binatang purba, yang paling terkenal adalah ditemukan gading gajah purba yang sangat besar jika dibandingkan dengan ukuran gading gajah biasa. Manusia purba ini diperkirakan berada pada zaman pleistosin tengah atau satu juta tahun yang lalu.

sumber : 
https://www.google.co.id/search?q=ngawi&biw=1366&bih=657&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ved=0CCoQsARqFQoTCPat8o-e_8cCFSEfpgodcyEFww#imgrc=3jXiSrKTVwDY7M%3A 

https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Ngawi 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar